Home

Selasa, 10 November 2015

Konsep Dasar Sistem Informasi


BAB I
KONSEP DASAR SISTEM

A.   Definisi Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Berikut pengertian sistem menurut beberapa pakar.
1.      Menurut Diana Setyawati (2011 : 3) “sistem adalah serangkaian bagian yang saling bergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.”
2.      Raymond Mcleod (2001) :  “ Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan  yang utuh dan terpadu “.
3.      James Havery Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
4.      Salisbury Sistem adalah sekelompok bagian atau komponen-komponen yang bekerja sama sebagai suatu kesatuan fungsi.
5.      John Mc Manama Sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien.
6.      Andri Kristanto Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
7.      Haryanto M., Jogyanto,2008 sistem adalah suatu jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
8.      Zukifli Amsyah yang diambil dari kamus Webster’s Unabridged menyebutkan bahwa “sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.”
9.      Abdul Kadir (2005:1) dalam buku Pengenalan Sistem Informasi, “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.”
10.  Menurut Adhy Sutanta (2003:4) sistem merupakan sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen atau subsitem yang saling bekerjasama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membuat suatu kesatuan.
 Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi dan saling bekerja sama untuk mencapai satu tujuan tertentu.

B.   Karekteristik Sistem
      Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, antara lain[Ladjamudin 2005] :
1.      Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2.      Batas Sistem
Batas sistem merupakan suatu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
3.      Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.
4.      Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan sumber sumber daya mengalir dari satu subsistem.
5.      Masukan Sistem
Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal maintenance input.
6.      Keluaran Input
Keluaran adalah energi yang diolah atau diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat berupa masukan bagi susbsistem yang lain
7.      Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebegai pengolahnya. Pengolah itu yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8.      Sasaran Sistem
Suatu sistem harus mempunyai tujuan dan sasaran, kalau sistem tidak
mempunyai sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan keluaran yang dihasilkan.

















Gambar 1.1 : Karekteristik Sistem
C.   Klasifikasi Sistem
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Karena suatu sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dan yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa sudut pandang antara lain [Ladjamudin 2005]:
1.      Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
a.       Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
b.      Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2.      Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia.
a.       Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak dibuat oleh manusia.
b.      Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
3.      Sistem diklasifikasikan sebagai Sistem Tertentu (Deterministic system) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System).
a.       Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.
b.      Sistem tak tentu adalah Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4.      Sistem diklasifikasikan sebagai Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka.
a.       Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur dari pihak luarnya.
b.      Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.



BAB II
KONSEP DASAR INFORMASI

A.     Defenisi Data
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
1.       Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
2.       Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces).
3.       Menurut Ashar Susanto (2004:40) data adalah faka atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi.
4.       Menurut Humadiana dan Evi (2006:20) data merupakan fakta-fakta, simbol/karakter, data mentah, atau observasi yang menggambarkan suatu fenomena tertentu.
5.       Menurut Edhy Sutanta (2003:9) data merupakan bahan keterangan tentang kejadian-kejadian nyata atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambing tertentu yang tidak acak yang menunjukan jumlah,tindakan, atau hal.
6.       Menurut Robert et al (1993:6) data merupakan fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan.

B.   Defenisi Informasi
Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi = input - proses – output.  Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya. Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner. Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit, byte, word dll.
Umur informasi: kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).
Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
1.      Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
2.      Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
3.      Menurut Jogiyanto “informasi yaitu hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang mengambarkan suatu kejadian-kejadian (events) yang nyata (fact) yang berguna untuk para pengambil keputusan.”
4.      Menurut Zulkifli Amsyah “Informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.”[Zul:5:4]

C.    Siklus Informasi  
Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan model proses yang tertentu. Misalkan suhu dalam fahrenheit diubah kedalam celcius. Dalam hal ini digunakan model matematik berupa rumus konversi daari derajat fahrenheit menjadi satuan derajat celcius. Data yang diolah melalui suatumodel menjadi informasi, kemudian penerima menerima informasi tersebut, yang berarti menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input,diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya yang disebut dengan siklus informasi (information cycle). Siklus ini juga desebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycles).
Gambar.2.1 Gambar siklus informasi

1.      Data (ditangkap) / pengumpulan data
2.      Input
3.      Pengolahan data (proses)
4.      Output / Informasi
5.      Penerima / Distribusi
6.      Keputusan
7.      Hasil Tindakan

D.     Nilai Informasi (Value of informastion)
Fungsi informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang diperlukan dengan proses yang cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan penggunaan informasi hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan serta informasi yang apa adanya. Dengan perlakukan seperti ini mengakibatkan keputusan yang diambil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk memperbaiki keputusan yang telah diambil maka pencarian informasi yang lebih tepat perlu dilakukan. Suatu informasi memiliki nilai karena informasi tersebut dapat menjadikan keputusan yang baik dan menguntungkan (memilki nilai informasi yang tepat). Besarnya nilai informasi yang tepat dapat diperoleh dari perbedaan hasil yang didapat dari keputusan yang baru dengan hasil keputusan yang lama dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Perhitungan atas informasi yang tepat memberikan banyak manfaat diantaranya untuk menghilangkan pemborosan biaya yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan tersebut. Menurut Gordon (1992:159) nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas. Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat ditentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :
a.       Kemudahan dalam memperoleh
Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang sangat penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
b.        Sifat luas dan kelengkapanya
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup atau cangkupan yang luas dan lengkap. Informasi yang sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat di gunakan secara baik.
c.         Ketelitan (accurancy)
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai keteltian yang tinggi / akurat. Informas menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
d.        Kecocokan dengan penggun (relevance)
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan pengunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
e.       Tepat waktu
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima / using, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
f.         Kejelasan (clarity)
Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
g.        Fleksibilitas/keluwesan
Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi.  Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusa
h.        Dapat dibuktikan
Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validasi data sumber yang diolah
i.         Tidak ada prasangka
Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
j.        Dapat diukur
Informasi untuk pengamblan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.

E.     Kualitas Informasi
Kualitas Informasi (quality of information) Menurut Prabu (2006:20) diantaranya ditentukan oleh beberapa hal, yaitu:
a.         Relevan artinya suatu informasi harus bermanfaat bagi pengguna nya dalam waktu pendek ataupun dalam waktu panjang.
b.        Akurat artinya suatu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi si pemakai serta harus dapat mencerminkan dengan jelas maksud dari informasi tersebut. Ketidak akuratan data terjadi karena sumber dari informasi tersebut mengalami gangguan dalam penyampaiannya baik hal itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sehingga menyebabkan data asli tersebut berubah atau rusak. Komponen keakuratan suatu informasi diantaranya:
a.         Completeness; Are necessary massage items present ? hal ini dapat berarti bahwa informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam suatu organisasi tersebut.
b.         Correctness; Are message item correct ? maksudnya bahwa informasi yang diterima kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Kebenaran dari informasi tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan.
c.         Security; Did the massage reach all or anly the intended systems users? Informasi yang diterima harus terjamin keamanan datanya.
d.        Time Lines (Tepat Waktu); Informasi yang dibutuhkan oleh sipemakai tidak dalam hal penyampaiannya tdak boleh terlambat (usang) karena informasi yang usang maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai  yang bagus dan kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Jika informasi tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maka akan berakibat fatal sehingga salah dalam pengambilan keputusan tersebut. Kondisi tersebut mengakibatkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah serta mengirimnya memerlukan teknologi terbaru.
e.         Economy (Ekonomis); What level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle?. Kualitas dari informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan juga bergantung pada nilai ekonomi yang terdapat didalamnya.
f.          Efficiency (Efisien); What level of resources is required for each unit of information output?
g.         Realability (Dapat dipercaya); Informasi yang didapatkan oleh pemakai harus dapat di percaya, hal ini menentukan terhadap kualitas informasi serta dalam hal pengambilan setiap tingkatan manajemen.
Kualitas suatu informasi dilihat dari 3 hal yaitu :
                          1)       Akurat artinya suatu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi si pemakai.
                          2)      Tepat waktu artinya suatu informasi harus sesuai dengan keadaan saat itu, keterlambatan suatu informasi bisa berakibat fatal bagi organisasi pemakainya dalam hal ini dikarenakan informasi merupakan landasan dalam pengambilan sebuah keputusan.
                          3)      Relevan artinya suatu informasi harus bermanfaat bagi pengguna nya dalam waktu pendek ataupun dalam waktu panjang.




















BAB III
KONSEP DASAR INFORMASI (Lanjutan)

A.   Konsep Dasar Sistem Informasi
Pada saat ini dunia industri dan bisnis memerlukan informasi yang tepat, cepat dan relevan. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentunya harus menggunakan sistem informasi.   Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Terdapat beberapa pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli antara lain adalah sebagai berikut :
Definisi sistem informasi yang di tulis oleh Jogjianto (2005 :11) dalam buku Analisis dan Desain Sistem Informasi dapat dijelaskan sebagai berikut : “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.
 Definisi sistem informasi yang di tulis oleh Abdul Kadir dapat dijelaskan sebagai berikut : “Sistem Informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi”.
Menurut Mc leod   : “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi   dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi”.    
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang dibutuhkan dalam mengolah transaksi-transaksi yang bersifat manajerial yang membutuhkan kombinasi antara prosedur kerja, informasi, manusia dan teknologi dalam pembuatan laporan-laporan. Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan. 
Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
1.      Harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat.
2.      Harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/ pengambilan keputusan.
3.      Harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan.
4.      Harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan. 
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
1.      Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
2.      Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan keluwesan.
3.      Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi  Kepuasan pemakai.
4.      Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi. 

B.   Konsep Sistem Informasi
Sistem informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan (building block), yaitu :
1.       Komponen input atau komponen masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2.      Komponen model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.      Komponen output atau komponen keluaran
Produk yang dihasilkan dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen semua pemakai sistem.
4.      Komponen teknologi
Teknologi merupakan sebuah tool-box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
5.      Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems). Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Perlu dilakukan pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar informasi yang dihasilkannya baik dan efisiensi kapasitas penyimpanannya.
6.      Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung segera diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi.
Keenam komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat.