BAB I
KONSEP DASAR SISTEM
A.
Definisi
Sistem
Sistem berasal dari bahasa
Latin (systēma) dan
bahasa
Yunani (sustēma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Berikut
pengertian sistem menurut beberapa pakar.
1. Menurut
Diana Setyawati (2011 : 3) “sistem adalah serangkaian bagian yang saling
bergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.”
2. Raymond
Mcleod (2001) : “ Sistem adalah himpunan
dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu “.
3. James
Havery Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau
merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
4. Salisbury
Sistem adalah sekelompok bagian atau komponen-komponen yang bekerja sama
sebagai suatu kesatuan fungsi.
5. John Mc Manama Sistem adalah sebuah struktur
konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang
bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan secara efektif dan efisien.
6. Andri Kristanto Sistem adalah jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
7. Haryanto M., Jogyanto,2008 sistem adalah suatu
jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
8. Zukifli Amsyah yang diambil dari kamus Webster’s
Unabridged menyebutkan bahwa “sistem adalah elemen-elemen yang saling
berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.”
9. Abdul Kadir (2005:1) dalam buku Pengenalan Sistem
Informasi, “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu
yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.”
10. Menurut Adhy Sutanta (2003:4) sistem merupakan
sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen atau subsitem yang saling bekerjasama
atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membuat suatu
kesatuan.
Dari definisi-definisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling
berinteraksi dan saling bekerja sama untuk mencapai satu tujuan tertentu.
B.
Karekteristik Sistem
Sistem mempunyai karakteristik atau
sifat-sifat tertentu, antara lain[Ladjamudin 2005] :
1.
Komponen Sistem
Suatu sistem
terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling
bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen komponen sistem atau elemen-elemen
sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2.
Batas Sistem
Batas sistem
merupakan suatu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
3.
Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan
luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang
mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan
dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari
sistem sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.
4.
Penghubung Sistem
Penghubung
merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
Melalui penghubung ini kemungkinan sumber sumber daya mengalir dari satu
subsistem.
5.
Masukan Sistem
Masukan adalah
energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan
dan masukan sinyal maintenance input.
6.
Keluaran Input
Keluaran
adalah energi yang diolah atau diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
Keluaran dapat berupa masukan bagi susbsistem yang lain
7.
Pengolahan Sistem
Suatu sistem
dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebegai
pengolahnya. Pengolah itu yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8.
Sasaran Sistem
Suatu sistem
harus mempunyai tujuan dan sasaran, kalau sistem tidak
mempunyai
sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sistem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuannya. Sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan
keluaran yang dihasilkan.
Gambar 1.1 : Karekteristik
Sistem
C.
Klasifikasi Sistem
Sistem
merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Karena suatu sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang
terjadi dan yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat
diklasifikasikan ke dalam beberapa sudut pandang antara lain [Ladjamudin 2005]:
1.
Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
a. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau
ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
b. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2.
Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia.
a. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses
alam dan tidak dibuat oleh manusia.
b. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh
manusia.
3.
Sistem
diklasifikasikan sebagai Sistem Tertentu (Deterministic system) dan
Sistem Tak Tentu (Probabilistic System).
a. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi.
b. Sistem tak tentu adalah Sistem tak tentu adalah sistem
yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas.
4.
Sistem
diklasifikasikan sebagai Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka.
a. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan
dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara
otomatis tanpa adanya turut campur dari pihak luarnya.
b. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan
keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.
BAB II
KONSEP DASAR
INFORMASI
A.
Defenisi Data
Beberapa
definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
1.
Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data
diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang
berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
2.
Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data)
adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions)
yang terjadi (business data is an organization’s description of things
(resources)and events (transactions) that it faces).
3.
Menurut Ashar Susanto (2004:40) data
adalah faka atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan
informasi.
4.
Menurut Humadiana dan Evi (2006:20) data
merupakan fakta-fakta, simbol/karakter, data mentah, atau observasi yang
menggambarkan suatu fenomena tertentu.
5.
Menurut Edhy Sutanta (2003:9) data
merupakan bahan keterangan tentang kejadian-kejadian nyata atau fakta-fakta
yang dirumuskan dalam sekelompok lambing tertentu yang tidak acak yang
menunjukan jumlah,tindakan, atau hal.
6.
Menurut Robert et al (1993:6) data
merupakan fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan,
dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa
maksud untuk segera diambil kembali
untuk pengambilan keputusan.
B.
Defenisi Informasi
Informasi adalah data yang telah
diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa
fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data
menjadi suatu informasi = input - proses – output. Data merupakan raw material untuk suatu
informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai
gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen
tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya. Representasi
informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner. Kuantitas informasi:
satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner
satuannya: bit, byte, word dll.
Umur informasi: kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu). Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
Umur informasi: kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu). Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
1. Menurut
Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business
Organization, dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan
hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang
menerimanya.
2. Menurut
Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems,
menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah
pengetahuan bagi penggunanya.
3. Menurut
Jogiyanto “informasi yaitu hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang mengambarkan suatu
kejadian-kejadian (events) yang nyata (fact) yang berguna untuk para pengambil
keputusan.”
4. Menurut
Zulkifli Amsyah “Informasi
adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang
diperlukan.”[Zul:5:4]
C.
Siklus Informasi
Data yang
diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan model proses yang tertentu.
Misalkan suhu dalam fahrenheit diubah kedalam celcius. Dalam hal ini digunakan
model matematik berupa rumus konversi daari derajat fahrenheit menjadi satuan
derajat celcius. Data yang diolah melalui suatumodel menjadi informasi,
kemudian penerima menerima informasi tersebut, yang berarti menghasilkan
keputusan dan melakukan tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data
kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input,diproses kembali lewat
suatu model dan seterusnya yang disebut dengan siklus informasi (information cycle). Siklus ini juga desebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycles).
Gambar.2.1 Gambar siklus informasi
1. Data (ditangkap) / pengumpulan data
2. Input
3. Pengolahan data (proses)
4. Output / Informasi
5. Penerima / Distribusi
6. Keputusan
7. Hasil Tindakan
D. Nilai Informasi (Value of informastion)
Fungsi informasi yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang diperlukan dengan proses yang
cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan penggunaan informasi hanya
berdasarkan perkiraan-perkiraan serta informasi yang apa adanya. Dengan
perlakukan seperti ini mengakibatkan keputusan yang diambil tidak sesuai dengan
yang diharapkan. Oleh karena itu untuk memperbaiki keputusan yang telah diambil
maka pencarian informasi yang lebih tepat perlu dilakukan. Suatu informasi
memiliki nilai karena informasi tersebut dapat menjadikan keputusan yang baik
dan menguntungkan (memilki nilai informasi yang tepat). Besarnya nilai
informasi yang tepat dapat diperoleh dari perbedaan hasil yang didapat dari
keputusan yang baru dengan hasil keputusan yang lama dikurangi dengan biaya
untuk mendapatkan informasi tersebut. Perhitungan atas informasi yang tepat
memberikan banyak manfaat diantaranya untuk menghilangkan pemborosan biaya yang
dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan
keputusan tersebut. Menurut Gordon (1992:159) nilai informasi dikatakan
sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang
sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat
dinyatakan dengan jelas. Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan
sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat ditentukan nilai informasi, yaitu sebagai
berikut :
a.
Kemudahan dalam
memperoleh
Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila
dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang sangat penting dan sangat
dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
b.
Sifat luas dan kelengkapanya
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila
mempunyai lingkup atau cangkupan yang luas dan lengkap. Informasi yang sepotong
dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat di gunakan secara
baik.
c.
Ketelitan (accurancy)
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila
mempunyai keteltian yang tinggi / akurat. Informas menjadi tidak bernilai jika
tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
d.
Kecocokan dengan
penggun (relevance)
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila
sesuai dengan kebutuhan pengunanya. Informasi berharga dan penting menjadi
tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat
dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
e.
Tepat waktu
Informasi memiliki nilai yang lebih sempurna apabila
dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan
penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima / using, karena
tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
f.
Kejelasan (clarity)
Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai
informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
g.
Fleksibilitas/keluwesan
Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki
fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusa
h.
Dapat dibuktikan
Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi
tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada
validasi data sumber yang diolah
i.
Tidak ada prasangka
Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi
tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
j.
Dapat diukur
Informasi untuk pengamblan keputusan seharusnya dapat
diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
E. Kualitas Informasi
Kualitas
Informasi (quality of information) Menurut Prabu (2006:20) diantaranya
ditentukan oleh beberapa hal, yaitu:
a.
Relevan artinya suatu
informasi harus bermanfaat bagi pengguna nya dalam waktu pendek ataupun dalam
waktu panjang.
b.
Akurat artinya suatu
informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi si
pemakai serta harus dapat mencerminkan dengan jelas maksud dari informasi
tersebut. Ketidak akuratan data terjadi karena sumber dari informasi tersebut
mengalami gangguan dalam penyampaiannya baik hal itu dilakukan secara sengaja
maupun tidak sehingga menyebabkan data asli tersebut berubah atau rusak. Komponen
keakuratan suatu informasi diantaranya:
a.
Completeness; Are necessary massage
items present ? hal ini dapat berarti
bahwa informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memliki kelengkapan yang
baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan
mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara
keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol
atau memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam suatu organisasi tersebut.
b.
Correctness; Are message item
correct ? maksudnya bahwa informasi yang diterima
kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Kebenaran dari informasi tersebut
harus dapat dipertanggung jawabkan.
c.
Security; Did the massage reach
all or anly the intended systems users? Informasi yang
diterima harus terjamin keamanan datanya.
d.
Time Lines (Tepat Waktu); Informasi
yang dibutuhkan oleh sipemakai tidak dalam hal penyampaiannya tdak boleh
terlambat (usang) karena informasi yang usang maka informasi tersebut tidak
mempunyai nilai yang bagus dan
kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Jika informasi
tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maka akan berakibat
fatal sehingga salah dalam pengambilan keputusan tersebut. Kondisi tersebut
mengakibatkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk
mendapatkan, mengolah serta mengirimnya memerlukan teknologi terbaru.
e.
Economy (Ekonomis); What
level of resources is needed to move information through the problem-solving
cycle?. Kualitas dari informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan
juga bergantung pada nilai ekonomi yang terdapat didalamnya.
f.
Efficiency (Efisien); What
level of resources is required for each unit of information output?
g.
Realability (Dapat dipercaya);
Informasi yang didapatkan oleh pemakai harus dapat di percaya, hal ini
menentukan terhadap kualitas informasi serta dalam hal pengambilan setiap
tingkatan manajemen.
Kualitas suatu informasi dilihat dari 3 hal yaitu :
1)
Akurat artinya suatu informasi harus bebas
dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi si pemakai.
2)
Tepat waktu artinya
suatu informasi harus sesuai dengan keadaan saat itu, keterlambatan suatu
informasi bisa berakibat fatal bagi organisasi pemakainya dalam hal ini
dikarenakan informasi merupakan landasan dalam pengambilan sebuah keputusan.
3)
Relevan artinya suatu
informasi harus bermanfaat bagi pengguna nya dalam waktu pendek ataupun dalam
waktu panjang.
BAB III
KONSEP DASAR
INFORMASI (Lanjutan)
A.
Konsep Dasar Sistem Informasi
Pada
saat ini dunia industri dan bisnis memerlukan informasi yang tepat, cepat dan
relevan. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentunya harus menggunakan
sistem informasi. Sistem informasi
dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan
informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan.
Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan
informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem
lainnya.
Terdapat
beberapa pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli antara lain adalah
sebagai berikut :
Definisi
sistem informasi yang di tulis oleh Jogjianto (2005 :11) dalam buku Analisis
dan Desain Sistem Informasi dapat dijelaskan sebagai berikut : “Sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan”.
Definisi sistem informasi yang di tulis oleh
Abdul Kadir dapat dijelaskan sebagai berikut : “Sistem Informasi adalah
kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi”.
Menurut
Mc leod : “Sistem Informasi merupakan
sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai
media untuk menampilkan informasi”.
Dari
definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah
suatu sistem yang dibutuhkan dalam mengolah transaksi-transaksi yang bersifat
manajerial yang membutuhkan kombinasi antara prosedur kerja, informasi, manusia
dan teknologi dalam pembuatan laporan-laporan. Sistem
informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi
yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media
prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal
kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan
eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan
keputusan.
Informasi
dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum
sebagai berikut :
1. Harus
diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat.
2. Harus
sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/ pengambilan keputusan.
3. Harus
mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan
diberikan.
4. Harus
dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu
menuntut adanya tindakan.
Sistem
informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
1. Pemrosesan
informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang
masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.
2. Manajemen
informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan
keutuhan data yang ada harus diperhatikan keluwesan.
3. Sistem
informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi Kepuasan pemakai.
4. Hal
yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem
informasi.
B.
Konsep Sistem Informasi
Sistem
informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan (building
block), yaitu :
1. Komponen input atau komponen masukan
Input mewakili data yang
masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode
dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat
berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Komponen
model
Blok ini terdiri dari kombinasi
prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input
dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen
output atau komponen keluaran
Produk yang dihasilkan dari sistem
informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang baik serta bermanfaat
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen semua pemakai
sistem.
4. Komponen
teknologi
Teknologi merupakan sebuah tool-box
dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima masukan, menjalankan
model, menyimpan, dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan
membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3
bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware),
perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
5. Komponen
basis data
Basis data (database) merupakan
kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan
di perangkat keras komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan
perangkat lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).
Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut. Perlu dilakukan pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar
informasi yang dihasilkannya baik dan efisiensi kapasitas penyimpanannya.
6. Komponen
kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem
informasi, seperti bencana alam, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan
yang terjadi di dalam sistem, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya.
Sehingga beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan
bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung
segera diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi.
Keenam
komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau
lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat
melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya,
yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar